Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Mammoth Ada yang Pirang !


Ada yang unik dari penemuan terbaru fosil mammoth di Siberia. Selain tubuhnya yang masih terawetkan utuh, hewan purba yang hidup di zaman es tersebut memiliki rambut berwarna pirang agak merah muda (blonde stroberi).

Yuka, nama fosil mammoth remaja tersebut, ditemukan di sebuah tebing beku di Siberia, Menurut para ilmuwan, Yuka memberikan pemahaman penting tentang rahasia hewan raksasa berbentuk mirip gajah yang selama ini belum diketahui, seperti rambut dan warna matanya.

Para ilmuwan yang memeriksa tubuh Yuka menemukan banyak misteri. Tubuh fosil itu, misalnya, menunjukkan manusia purba diduga kuat mencuri sisa bangkai Yuka selepas mati dimangsa singa. Hal itu diketahui dari luka konsisten pada tubuh mammoth yang diduga kuat akibat serangan manusia dan singa.

Jika benar, temuan itu akan menjadi bukti pertama adanya interaksi antara mammoth dan manusia purba yang pernah ditemukan di daerah tersebut.

Yuka diperkirakan berusia tiga sampai empat tahun ketika mati dan masih memiliki bantalan kaki dan rambut yang tumbuh di sela-selanya. Para ilmuwan memperkirakan Yuka terkubur dalam es selama lebih dari 10 ribu tahun. Tubuh Yuka berikut cidera yang dialaminya terawetkan dengan baik di dalam es.

Kevin Campbell, profesor fisiologi lingkungan dan evolusi di University of Manitoba, Kanada, mengatakan satu hal paling mencolok tentang Yuka adalah warna pirang-stroberi rambutnya.

"Mammoth-mammoth sebelumnya memiliki rambut yang lebih gelap. Sempat ada kemungkinan rambut mammoth berwarna lebih terang saat para ilmuwan pada 2006 menganalisis gen dari tulangnya," ujar Campbell.

Dia mengatakan, temuan fosil Yuka bakal membantu para ahli menentukan adanya variasi warna mata dan rambut di antara populasi mammoth. 

Daniel Fisher, profesor ilmu bumi dan lingkungan di University of Michigan, Amerika Serikat, mengatakan ada bukti-bukti dramatis dari sebuah perjuangan hidup dan mati antara Yuka dan beberapa predator puncak. "Yang lebih menarik, ada petunjuk bahwa manusia purba mungkin mengambil alih pembunuhan Yuka," ujar dia.

Yuka pertama kali ditemukan pemburu gading di Siberia. Fosil tersebut kemudian diambil alih oleh organisasi Mammuthus, sehingga memungkinkan para ahli untuk mulai menganalisanya.


Niat Membangkitkan Mammoth

Campbell juga pernah menerbitkan kode genetik hemoglobin gajah raksasa ini beberapa tahun yang lalu.

"Sangat jarang menemukan spesimen yang masih lengkap seperti penemuan bayi mammoth Lyuba pada tahun 2007 silam. Tentunya hal ini akan menjadi keuntungan bagi peneliti, karena ini akan membantu merekamenghubungkan ciri-ciri morfologi yang dapat kita lihat dengan genotipe(urutan DNA) . "

Informasi tersebut dapat membantu mengungkapkan apakah mammothmemiliki semua warna rambut yang sama seperti manusia. 


Bahkan, kabarnya ada niatan untuk menghidupkan kembali mammoth tersebut lewat proses kloning.
 
Campbell sendiri tampaknya mendukung tujuan itu, dengan mengatakan"mungkin kita bisa membuat penemuan baru yang penting dalambioteknologi." 

Bernard Buigues dari the scientific organization “Mammuthus”  pun mengungkapkan, "Saya tak akan menentang bila nanti ada mammoth yang hidup di dalam (sebuah) taman masa depan."

Tim Walker, produser dan sutradara dari sebuah acara di BBC mengatakan kepada Discovery News bahwa kloning seekor mammoth bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Kemudian, jika hal itu terjadi, apakah nanti mammoth yang hidup itu tidak kesepian ?

"Ya, mammoth itu kan hewan komunal," jawab Walker.
Lanjutkan Membaca »

Apakah Dinosaurus Hidup di Air ?


Ada polemik yang sedang berkembang antar ilmuwan, sehubungan dengan habitat dinosaurus. Selama ini  semua orang percaya bahwa dinosaurus adalah hewan besar yang menguasai daratan.

Seorang ilmuwan dari Cambridge menawarkan pendapat berbeda. Bahwa kaki dan ekor besar dinosaurus tak ideal untuk berkeliaran di daratan. Ilmuwan itu, Brian Ford berpendapat, dinosaurus adalah hewan air.

Ford yang adalah ahli biologi sel mengatakan bahwa dengan berpikir dinosaurus adalah binatang air, akan menjelaskan segala pertanyaan, juga merevisi citra hewan purba itu dalam Film "Jurassic Park" di mana ia berlarian di atas rumput.

Kemungkinan baru ini juga akan menjawab misteri yang dihadapi para arkeolog, yang meski menemukan jejak kaki dinosaurus, namun tak menemukan jejak ekornya, seakan hewan itu menghabiskan energinya agar buntutnya tetap menggantung ke udara.

Dalam teorinya yang radikal,  dinosaurus diduga menghabiskan sebagian besar waktunya di danau sedalam 15 sampai 30 kaki, atau 4,5 sampai 9 meter. Ekor besar binatang itu berfungsi membantunya berenang. Jejak kaki mereka -- yang belakangan ditemukan -- dibuat di atas lumpur di kedalaman air, yang kemudian mengering oleh waktu.

Ford menambahkan, hal itu menjelaskan mengapa ekor dinosaurus besar, tak seperti gajah dan badak yang kecil.

Ford, yang mengemukakan teorinya dalam majalah sains, Laboratory News menegaskan, "saya yakin, dinosaurus adalah mahluk air," kata dia. "Mereka punya tubuh yang raksasa dengan ekor besar yang berotot, yang akan lebih baik digunakan untuk membantu mereka berenang," kata dia.

Selama ini, dia menambahkan, dinosaurus digambarkan berdiri di daratan luas yang kering. Namun ia yakin, adegan itu sejatinya, hewan tersebut sedang berdiri di danau dangkal. "Hewan itu berkembang biak di masa ketika Bumi ditutupi danau dangkal, di mana lumpur di dasar danai akhirnya membentuk lapisan batuan Liassic.

Dia percaya, ini juga menjelaskan mengapa banyak dari dinosaurus - yang beratnya sampai 100 ton hanya memiliki dua kaki kecil - sedangkan hewan besar modern, gajah dan badak, memiliki empat.

Ford bersikukuh teorinya masuk akal. Ekor berotot besar akan sangat tak praktis, seperti yang digambarkan dalam gambar konvensional. Sementara, jejak kaki fosil yang berlimpah tidak menunjukkan dinosaurus menyeret ekornya.

"Mereka mengunakan air untuk mendukung berat mereka saat berdiri, mengatur temperatur, dan menyediakan habitat makanan. Semua kajian ilmiah, film Hollywood, karya seni, semuanya, harus direvisi."

Beberapa dinosaurus besar seperti Spinosaurus dikenal mengkonsumsi ikan, sementara sebagian besar lainnya adalah dinosaurus pemakan daun selain dari karnivora T-Rex.

Selama era dinosaurus 55 juta tahun lalu, Bumi jauh lebih panas dan Ford yakin, suhu kolam yang 37 derajat Celcius akan lebih nyaman.

Bantahan Ilmuwan Lain

Namun, ide ini dibantah Dr Paul Barrett, seorang paleontolog di Museum Sejarah Alam di London. Dia mengatakan, ide dinosaurus binatang air sejatinya sudah populer pada tahun 1920-an.

"Tetapi sejak 1960-an kami telah membuktikan, bentuk tubuh dinosaurus memiliki lebih dari cukup kekuatan di otot kaki yang memungkinkan mereka bergerak dengan mudah di atas tanah," kata dia.

Justru, dinosaurus tak bakal bertahan di dalam air. "Mereka akan kesulitan bernapas, lambat bergerak di sekitar lumpur. Mereka mungkin tinggal di dekat air atau pergi ke dalamnya kadang-kadang untuk menenangkan diri." 

Lanjutkan Membaca »

Jumat, 10 Februari 2012

Setelah 20 Tahun, Akhirnya Menemukan Danau Purba

Setelah pengeboran selama lebih dari 20 tahun, para ilmuwan Rusia akhirnya berhasil mengungkapkan adanya saluran vertikal menuju ke Danau Vostok, sebuah danau air tawar purba yang terkubur selama sekurang-kurangnya 15 juta tahun pada kedalaman lebih dari 2 mil di bawah permukaan es.
Danau Vostok
Pengeboran dimulai sejak tahun 1989—bahkan sebelum para ilmuwan mengkonfirmasi adanya danau sepanjang 160 mil tersebut—dan "pengeboran itu berlarut-larut karena kekurangan dana, rusaknya peralatan, dan suhu yang sangat dingin," demikian disampaikan Vladimir Isachenkov kepada Associated Press. 

Akhirnya penggalian itu berhasil juga. Andrea Mustain di Scientific American menyebutkan, "alat pengebor menyentuh lapisan es cair di bawah lapisan es yang kokoh dan mencapai air danau yang tawar dan tidak beku."


 
Kandungan air di Vostok sama dengan Danau di Ontario 


Apakah danau itu sangat dingin?
Ternyata tidak. Suhu di permukaan di Stasiun Vostok station tempat para peneliti bekerja adalah "paling dingin yang tercatat di bumi," mencapai minus 128 derajat Fahrenheit, kata Isachenkov. Tapi danau bawah air itu sendiri diyakini cukup hangat, berkat adanya "tekanan kuat kerak es dan energi geotermal energy dari bawah."
 
Danau Vostok terlihat dari satelit. Suhu di tempat ini sangat dingin bisa mencapai -66C

Apakah yang menjadikan danau itu begitu berharga?
Terutama karena adanya prospek penemuan kehidupan baru yang belum tersentuh. Makhluk apapun yang hidup di danau itu telah terkubur dan tersembunyi selama jutaan tahun. "Seperti menjelajahi planet lain, tetapi sebenarnya masih di planet kita," kata Robin Bell dari Columbia University kepada Associated Press. 

Tentu saja, pengeboran ini bisa menjadi awal yang baik untuk kegiatan pengeboran yang mungkin saja dilakukan di planet-planet lain, dan "sangat berharga untuk mempelajari kemungkinan kondisi di bulan Jupiter (Europa) atau Saturnus (Encedadus)," yang juga tertutupi oleh lapisan-lapisan es yang tebal, kata Marc Kaufman di Washington Post.


Lantas, apakah semua sepakat bahwa ini adalah projek yang bermanfaat?
Tidak juga. "Upaya yang telah dilaksanakan selama puluhan tahun tersebut telah mengundang kontroversi terkait bahan-bahan kimia dan teknik-teknik yang digunakan dalam pengeboran," kata Kaufman. Sebagian ilmuwan mengkhawatirkan Danai Vostok yang “perawan” itu akan ternoda oleh bahan-bahan kimia yang digunakan dalam pengeboran, termasuk kerosin dan Freon.
Lanjutkan Membaca »

Senin, 09 Januari 2012

7 Jenis Buaya yang Hidup di Jaman Purba

Buaya, mungkin agak jarang kita lihat kecuali saat kita mengunjungi kebun binatang atau kebetulan kamu tinggal di daerah yang memiliki habitat buaya, salah satu predator terganas di muka bumi ini adalah salah satu seleksi alam paling kejam, dimana saudara-saudara sereptilnya musnah dan punah disaat asteroid raksasa menghantam bumi 65 juta tahun yang lalu mahluk ini secara luar biasa mampu bertahan hingga sekarang.

bagaimana mereka bisa bertahan? ternyata hampir semua mahluk jaman purba yang masih hidup sekarang bisa selamat karena bisa bertahan di dalam air sebagai salah tempat paling aman dari bencana alam. untuk mengenal pebih jauh tentang buaya admin ajak kamu untuk mengenal jenis-jenis buaya yang hidup di jaman purba dulu, disimak ya.. :)

1. BoarCroc (Kaprosuchus saharicus)
 

 
 
Kaprosuchus adalah sebuah genus yang telah punah dari mahajangasuchid crocodyliform.Hal ini diketahui dari tengkorak yang ditemukan di Upper Cretaceous Echkar Formation di Niger.Namanya yang berarti "BoarCroc" dari bahasa Yunani kapros ("babi hutan") dan souchos ("buaya") mengacu pada gigi yang luar biasa besar yg berbentuk taring yang mirip dengan babi hutan.Buaya ini telah dijuluki "BoarCroc" oleh Paul Sereno dan Hans Larsson yang genusnya pertama kali dijelaskan di dalam monografi yang diterbitkan dalam ZooKeys pada tahun 2009 bersama dengan crocodyliformes Sahara lainnya seperti Anatosuchus dan Laganosuchus.

Kaprosuchus diperkirakan memiliki panjang sekitar 6 meter.Buaya ini memiliki tiga set gigi yang seperti gading yg berbentuk taring yang ada di bagian atas dan di bawah tengkorak, jenis gigi ini tidak terlihat dalam crocodyliform lain yang sudah dikenal.Karakteristik lain yang unik dari Kaprosuchus adalah kehadiran besar, tanduk berkerut terbentuk dari tulang squamosal dan parietal yang keluar dari tengkoraknya.

2. RatCroc (Araripesuchus rattoides)
 
 

Fossil-nya ditemukan di Maroko.Panjangnya tiga kaki.Mempunyai sepasang gigi di rahang bawahnya untuk menggali untuk mencari makanan.

3. PancakeCroc (Laganosuchus thaumastos)
 
 
 
Pada panjang 20 kaki, PancakeCroc sama besarnya seperti buaya terbesar yang hidup sekarang ini.Tapi rahang tiga kakinya benar-benar tipis, rapuh, dan kurang bertenaga.Karena rahangnya tidak cukup kuat untuk berkelahi dengan mangsanya, Paul Sereno percaya dia makan di bawah air, hanya dengan membuka mulutnya dan berharap sesuatu akan berenang di dalamnya. Tubuhnya sudah pasti dilengkapi dengan baik untuk mengintai tanpa bergerak di satu tempat selama berjam-jam, bahkan mungkin berhari-hari.

4. DuckCroc (Anatosuchus minor)
 
 
Diciptakan untuk bergerak di darat, DuckCroc mungkin sangat cekatan, serta cepat larinya. Scan otak menunjukkan otak DuckCroc dikelilingi oleh kantong udara - tanda-tanda bahwa itu adalah organ turbocharged yang membutuhkan pendinginan. DogCroc juga berbagi karakteristik serupa. Anda mungkin menyebut mereka korvet buaya. Tapi DuckCroc memiliki otak yang lebih besar yang terhubung ke hidung yang sangat khusus - mungkin sesuatu seperti Platypus berparuh bebek.

5. DogCroc (Araripesuchus wegeneri)
 
 
 
Makhluk aneh, dan kurus, yang tampak seperti anjing berlapis baja, mengendus tanah saat mereka pergi, dan juga mengendus udara dengan hidungnya yang berdaging. DogCroc adalah seniman melarikan diri yang lihai - siap untuk berenang menjauh dari dinosaurus atau lari dari buaya lain. Seperti DuckCroc, DogCroc memiliki otak besar - bagian berpikir, dan merasakan dari otak.

6. SuperCroc (Sarcosuchus imperator)
 

 
Para ilmuwan telah menggali sisa-sisa satu buaya kuno yang sepanjang bus kota dan berat seperti ikan paus kecil. Makhluk raksasa, yang hidup 110 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous Tengah, tumbuh sepanjang 40 kaki (12 meter) dan beratnya sebanyak delapan ton metrik (17.500 Pon).

Rahangnya sendiri hampir sepanjang enam kaki (1,8 meter) dan mempunyai lebih dari 100 gigi yang begitu kuat bahkan makhluk kolosal ini mungkin mengkonsumsi dinosaurus kecil serta ikan.

7. Deinosuchus rugosus

 
Deinosuchus adalah buaya dengan rahang besar serta menjadi makhluk terbesar yang menjelajahi daratan berair yang pernah ada di dunia. Mesin pembunuh raksasa purba ini bersembunyi di rawa yang lebat di Amerika Utara lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Dengan rahang sepanjang tinggi badan manusia, ia dapat dengan mudah membunuh dinosaurus dengan bobot beberapa ton. Dengan mudah kita dapat membayangkan bagaimana makhluk buas ini menarik dinosaurus besar ke air untuk menenggelamkannya, lalu membunuhnya dengan gigitan yang mematikan.

Sejauh ini bagian dari makhluk ini telah ditemukan. Para ilmuwan memperkirakan ukuran dari makhluk ini berdasarkan tengkorak yang telah ditemukan di Texas.

Info
  • Panjang : 12 – 15 meter, termasuk 1.8 meter rahang
  • Bobot : 5 ton
  • Makanan : Hewan besar, termasuk dinosaurus
  • Deinosuchus hidup di akhir zaman Cretaceous, di rawa-rawa di sebagian besar tempat yang sekarang adalah Amerika Utara. Pemburu fosil telah menemukan sebagian kerangka dari buaya purba yang luar biasa ini di Montana dan Texas.

Fakta Lain
  • Deinosuchus adalah salah satu dari keturunan reptil buaya purba yang memiliki struktur tubuh yang sama dari sejak zaman Jurassic (sekitar 150 juta tahun yang lalu) hingga kini.
  • Seperti halnya dengan buaya moderen, Deinosuchus mungkin menelan bebatuan sebagai pemberat untuk menyeimbangkan daya apung tubuhnya dan membantunya untuk tetap didalam air saat mengincar mangsanya.
  • Deinosuchus juga dikenal sebagai nama samaran dari Probosuchus, atau ‘buaya menyeramkan’.
  • Berdasarkan pengkajian yang mendalam atas kerangkanya – dengan menghitung cincin pertumbuhan seperti cincin pada sebuah pohon – para ahli memperkirakan bahwa Deinosuchus membutuhkan waktu 35 tahun untuk tumbuh mencapai ukuran dewasanya.
bedanya Dinosuchus sama Sarcosuchus (SuperCroc) itu kalo Deinosuchus hidup di rawa2, kalo SuperCroc hidup di sungai & laut dangkal, kalo dari ukuran gk beda jauh...
Lanjutkan Membaca »

Selasa, 20 September 2011

Ribuan Nazca Misterius Ditemukan di Timur Tengah

Garis Nazca Peru, geoglyph misterius, diukir di padang pasir berabad-abad silam oleh kelompok pribumi. Kini pola misterius serupa ditemukan di Timur Tengah.

Fotografi satelit dan udara mengungkap ‘roda’ batu misterius yang jauh lebih banyak dan tua dibanding garis Nazca di Suriah, Arab Saudi dan Yordania.




Struktur ini diperkirakan dari 2.000 tahun silam. Namun, pola ini tetap mengherankan para arkeolog dan sejarawan.

“Orang-orang mungkin telah melewatinya selama berabad-abad tanpa mengetahui apa itu sebenenarnya,” ujar profesor sejarah klasik dan kuno David Kennedy dari University of Western Australia.

Warga lokal di Arab Saudi, Yordania, Libya, Mesir dan Israel menyebutnya ‘karya orang tua’.

Pola semacam ini kerap ditemukan di lahan lava. Menurut Kennedy, pola ini muncul dalam banyak bentuk, termasuk ‘layang-layang’, hewan, garis acak dan persegi. 

Tak satu pun pola ini diyakini sejajar bintang dan hal ini menambah misteri yang menyelimutinya. Pola ini pertama kali ditemukan pada 1927 oleh pilot RAF Lt Percy Maitland seperti ditulis Dailymail.











Lanjutkan Membaca »

Senin, 17 Januari 2011

Kutukan Tutankhamen

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini.

Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920�s, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen . Inilah permulaan kutukan dari RajaTutankhamen.


Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter)digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati . Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.

Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan
timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.


Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh2 percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan sungguh2 ada? Apakah Anda percaya akan Kutukan dari Raja Tutankhamen ?
Lanjutkan Membaca »