Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Mengenal Planet Gliese 581-G, Kembaran Bumi yang Fenomenal

Hanya sebutir pasir di lautan. seperti itulah penggambaran bumi dengan alam semesta, para ilmuan tak akan tinggal diam dan menerima bahwa bumi satu-satunya planet yang memiliki kehidupan, setelah mereka hanya bisa menyesal tak menemukan apapun di Mars, selama puluhan tahun mencari akhirnya suatu keputusan berani untuk memberikan title kepada Planet Gliese 581-G sebagai satu-satunya planet yang layak huni dari semua planet yang pernah di temukan.


Gambar hanya ilustrasi

Gliese 581 g atau Gl 581 g, adalah planet luar surya yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581, berjarak 20,5 tahun cahaya dari bumi pada rasi Libra. Gliese 581 g memiliki periode orbit 37 hari. Studi menunjukkan planet ini terletak di dekat tengah zona habitasi bintang induknya, di mana suhu tidak terlalu panas atau terlalu dingin untuk mempertahankan bumi-seperti kehidupan. Jika itu adalah planet berbatu , kondisi atmosfer yang menguntungkan bisa memungkinkan adanya air cair. Gliese 581 G diyakini memiliki massa 3,1-4,3 kali Bumi dan radius 1,3-2,0 kali Bumi (1,3 sampai 1,5 kali lebih besar jika sebagian besar berbatu, 1,7-2,0 kali lebih besar jika didominasi air es). Gliese 581 g merupakan planet keenam yang ditemukan pada sistem planet Gliese 581 dan planet keempat yang terdekat dengan bintang tersebut.

Sejarah Penemuan Gliese 581 G
Planet ini ditemukan oleh Survei eksoplanet Lick-Carnegie setelah pengamatan selama satu dekade yaitu Steven S. Vogt.

Penemuan Gliese 581 g diumumkan pada akhir bulan September 2010, dan dipercaya sebagai planet yang hampir mirip dengan bumi serta calon planet luar surya dengan potensi terbesar untuk menemukan adanya kehidupan. Deteksi Gliese 581 g pada periode waktu yang singkat menyebabkan astronom mempercayai proporsi bintang dengan planet yang dihuni kemungkinan lebih dari 10%. Steven Vogt, astronom yang menemukan planet ini, secara informal menamakan planet ini Zarmina yang merupakan nama istrinya.

Orbit Planet Gliese 581 G
Planet Gliese 581 G mengorbit bintang Gliese atau yang disebut juga bintang katai merah di konstelasi rasi bintang Libra.



Gambar atas adalah orbit dari planet dalam di sistem bintang Gliese
Gambar dibawahnya menggambarkan orbit planet Gliese 581 G



Gambar diatas menggambarka perbandingan orbit Gliese 581 G dengan orbit Bumi terhadap matahari.(hampir sama kan?)

Beberapa Alasan Mengapa Gliese disebut kembaran Bumi dan Memungkinkan Adanya Kehidupan

1. Gliese 581 G memiliki jarak orbit yang hampir sama dengan bumi (lihat gambar diatas). Hal ini membuat Suhu planet yg hampir mirip dengan bumi adalah planet Gliese 581 G

2. Ukuran Gliese 581 G dengan bumi tidak jauh berbeda


3. Wawancara dengan Penemunya Langsung yang Berkata Demikian
Dalam sebuah wawancara dengan Lisa-Joy Zgorski dari National Science Foundation , Steven Vogt ditanya apa yang dia pikir tentang kemungkinan kehidupan yang ada di Gliese 581 g. Vogt optimistis:. "Aku bukan ahli biologi, aku juga tidak ingin bermain satu di TV pribadi, mengingat di mana-mana dan kecenderungan hidup untuk berkembang di mana pun bisa, saya akan mengatakan bahwa, perasaan pribadi saya adalah bahwa kemungkinan kehidupan di planet ini adalah 100% Saya hampir tidak memiliki keraguan tentang hal itu.. " Dalam artikel yang sama Seager Dr dikutip mengatakan "Semua orang sangat prima untuk mengatakan di sini adalah tempat berikutnya kita akan menemukan kehidupan , tapi ini bukan planet baik untuk tindak lanjut. " Menurut Vogt, masa panjang kerdil merah meningkatkan peluang hidup yang hadir. "Ini cukup sulit untuk menghentikan kehidupan setelah Anda memberikan kondisi yang tepat", katanya.
Lanjutkan Membaca »

Senin, 09 Januari 2012

Taukahkamu Langit yang Kita Lihat Setiap Malam itu adalah Ilusi + Penjelasan

Jika di suatu malam kita menatap langit, apakah yg ada di benak kita?? mungkin ada seribu satu macam pikiran yg bisa muncul. setiap kita pasti berbeda.



Bisa aja ada yg berfikir :"Wew, indah sekali bintang2 yg bertaburan di langit itu." apalagi bagi mereka yg sedang sentimentil' mungkin mereka akan berkata lebih jauh lagi : "seandainya, gw bisa terbang melayang menuju bintang2. akan kupetik ribuan bintang yg gemerlap itu. sungguh bagaikan mimpi yg indah sekali.."

ahhhh... preeet... mari kita kembali ke darat dulu dan tidak ada salahnya untuk mengetahui tentang fakta langit yang setiap hari kita lihat di malam hari itu.

Sebenarnya miliaran bintang itu bukanlah benda2 kecil yg berkelap-kelip. bintang itu sesungguhnya adalah benda langit yg berukuran raksasa, yg berisi gas sedang terbakar dahsyat. bintang adalah bola api raksasa yg sedang menyala2 dgn suhu jutaan derajat!!

terus kenapa keliatan kecil?? ya, karena jaraknya memang sangat jauh dari bumi.
berapakah jaraknya sehingga keliatan kecil bgt?? perlu kamu semua ketahui bintang yang terdekat dengan bumi saja berjarak 8th cahaya. apa artinya?? artinya cahaya saja membutuhkan waktu 8th utk sampai ke bumi..

padahal kita tau bahwa kecepatan cahaya = 300.000 km/detik. jadi jaraknya brp kilo tuh?? itung aja sendiri. jadi kalo cahaya membutuhkan 8th utk sampai ke bumi, berarti jaraknya = 8th x 365 hari x 24 jam x 60 mnt x 60 dtk x 300.000 km/dtk =75.686.400.000.000 km atau sekitar 75triliun km bro..!!!!  sungguh jarak yg tidak pernah terbayangkan oleh kita!

Bisakah kita pergi kesana??? mungkin saja.. tapi, butuh waktu berapa lama??
mari berhitung lagi. semuanya bergantung pad pesawat yg kita pakai. misalnya kita naik pesawat ulang alik seperti Challenger atau columbia yg kecepatannya 20ribu km/h.berapa lamakah kita sampai ke bintang tsb??

Sehari, sebulan, setahun, sepuluh tahun, seratus tahun. kita bakal mati di tengah jalan, ternyata kita blm sampe bintang yg paling dkt itu kita udh mati. setelah 428 th kemudian, barulah kita sampai di sana...!!! tapi kita butuh 5 - 6 generasi biar sampe ke sana  belom lagi bahan bakar pesawat, persediaan makanan, etc

itu baru bintang yg paling deket bro! masih banyak bintang di alam semesta ini, ada yg jaraknya 100th cahaya,1000th cahaya, ada jg yg 1juta th cahaya. dan yg paling jauh, ditemukan oleh ilmuan asal jepang, berjarak 10 miliar th cahaya. ya , artinya cahaya aja butuh waktu 10 miliar th utk sampai ke bumi.

jadi kalo kita liat langit malem2, sebenrnya kita bkn ngeliat langit yg sekarang doang. tapi pd saat yg bersamaan kita sdng melihat langit sekarang, 8th yg lalu, 100th yg lalu, 1000th yg lalu, 1juta th yg lalu, & bahkan 10 miliar th yg lalu....!!!

dan taukah kalian bahwa matahari yg kita liat setiap pagi itu adalah matahari 8 menit yg lalu?? knp demikian? ya, karna sinar matahari membutuhkan waktu 8 menit utk sampai ke bumi, yg berjarak 150 juta km. berarti, matahari yg kita liat ntu adalah matahari 8 menit yg lalu! (kalo gak percaya itung aja sendiri ).

apa lagi kita bro.. usia kita gak ada apa2nya kalo di bandingin sama kebesaran alam semesta ini. bahkan bumi yg kita tinggali bersama miliaran manusia ini jg gak ada apa2nya. bumi ntu kalo diliat dari seluruh alam semesta bagaikan debu di hamparan 'padang pasir' semesta. diatas debu itulah manusia hidup dgn segala aktifitas dan KESOMBONGANNYA!!!

BONUS, ada videonya juga.. silahkan dilihat ya. video ini menggambarkan perbandingan planet-planet di tata surya ini termasuk bumi dengan benda-benda angkasa lainnya sampai yang paling besar yang pernah di temukan. NYESEL GAK NONTON..!!!

Lanjutkan Membaca »

Selasa, 20 September 2011

Bumi adalah Jupiter yang Gagal

Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir. 


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1720594620X310.jpg


Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut. 

Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini. 

Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana. 

Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian "dimakan" oleh bintang induknya. 

Bagian yang "selamat" hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi. 

Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta "kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu. 

Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi. 

"Ini cara lain alam menciptakan planet," kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda. 

"Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan," katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi." 
Lanjutkan Membaca »

Kepler-16b, Planet Unik yang Memiliki Dua Matahari

Masih ingat gambaran planet Tatooine, rumah Luke Skywalker dalam film Star Wars yang memiliki dua matahari? Planet seperti itu ternyata benar-benar ada di alam semesta.

Para ahli astronomi AS mengumumkan penemuan planet dengan dua matahari tersebut dalam jurnal ilmiah Science terbaru.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/01/11/1036431620X310.jpg


Planet yang diberi nama Kepler-16b itu berukuran hampir sama dengan planet Saturnus di Tata Surya kita, dan terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi. 

Planet ini terletak pada jarak sekitar 105 juta kilometer dari dua bintang induknya, dan memiliki periode orbit 229 hari.

Planet tersebut ditemukan menggunakan teleskop angkasa Kepler, yang memantau tak kurang 155.000 bintang. "Penemuan ini sangat mengejutkan. 

Sekali lagi, sesuatu yang dulu hanya ada di kisah sains-fiksi, kini menjadi kenyataan," ungkap Alan Boss dari Carnegie Institution for Science Department of Terrestrial Magnetism, salah satu astronom yang menulis artikel ilmiah tersebut.

Studi yang menemukan Kepler-16b ini dipimpin oleh astronom Laurance Doyle dari lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute yang bermarkas di California, AS.

Sebelumnya, para astronom dari seluruh dunia sudah melihat beberapa planet yang mereka yakini mengorbit dua bintang sekaligus. Akan tetapi, mereka belum pernah melihat planet-planet tersebut melintas langsung di depan dua mataharinya, sehingga penemuan ini menjadi bukti pertama adanya planet dengan dua matahari.

"Kepler-16b adalah contoh pertama dan tak diragukan lagi dari sebuah planet sirkumbinari, yakni planet yang mengorbit dua bintang sekaligus. Sekali lagi ini membuktikan bahwa Tata Surya kita hanyalah satu bentuk variasi sistem planet yang bisa diwujudkan oleh alam." Ungkap Josh Carter dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang juga turut terlibat dalam penemuan ini.

Jika ada makhluk yang mendiami planet tersebut, mereka bisa menikmati saat-saat senja dengan dua matahari yang terbenam, seperti dialami Luke Skywalker dalam Star Wars. 

Namun, kemungkinan adanya makhluk hidup mirip manusia di planet ini sangat kecil, mengingat suhu permukaannya sangat rendah, yakni berkisar antara minus 73 sampai minus 101 derajat Celsius.

Suhu rendah ini dimungkinkan karena meski memiliki dua matahari, ukuran kedua bintang induk tersebut jauh lebih kecil dibanding Matahari kita dan memancarkan energi yang lebih kecil. 

Massa salah satu bintang tersebut hanya seperlima dari massa Matahari, dan bintang kedua hanya memiliki 69 persen massa Matahari.

Selain dikelilingi oleh planet Kepler-16b ini, dua bintang tersebut saling mengorbit satu sama lain dalam sebuah "dansa angkasa" dengan periode orbit 41 hari. 

Berikut ini video ilustrasinya :



Lanjutkan Membaca »

Selasa, 06 September 2011

Ditemukan Bintang Terdingin Lebih Dingin dari Api

Para astronom menemukan 14 bintang terdingin yang masuk dalam kelompok Katai Coklat, benda angkasa yang juga disebut bintang gagal, sebab punya massa terlampau kecil untuk bisa mendukung reaksi fusi sehingga tidak bisa bersinar miliaran tahun layaknya Matahari. 

Kini, dengan peralatan yang sama, yakni Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA, astronom berhasil menemukan bintang yang lebih dingin dari sebelumnya, disebut WISE 1828+2650.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/11/2147507620X310.jpg


Saking dinginnya bintang ini, kalau mau, kita bisa menyentuhnya tanpa takut luka bakar seperti kalau terbakar api.

WISE 1828+2650 ditemukan dalam pengamatan yang berlangsung Januari 2010 - Februari 2011. Lebih spesifik, katai coklat tersebut termasuk dalam famili katai Y. Temperatur atmosfer katai coklat ini lebih dingin dari temperatur ruangan Bumi, yang berarti kurang dari 25 derajat Celsius.

"Katai coklat yang ditemukan lewat penelitian ini lebih mirip dengan suhu oven Anda," kata Davy Kirkpatrick, salah satu ilmuwan yang bekerja dengan WISE di Infrared Processing and Analysis Center di California Institute of Technology, Pasadena, Amerika Serikat.

Penemuan katai coklat ini akan sangat membantu para astronom mempelajari bagaimana bintang terbentuk dan atmosfer di planet di luar Tata Surya. Atmosfer katai coklat menyerupai Jupiter namun lebih mudah dipelajari karena terdapat sendirian di antariksa, terpisah dari bintang induknya.

Bersama penemuan bintang terdingin ini, ilmuwan juga mengatakan bahwa ada 99 katai coklat lain yang ditemukan. Penemuan katai coklat secara keseluruhan dipublikasikan di Astrophysical Journal Supplement Series. Sementara penemuan Katai Y dipublikasikan di Astrophysical Journal baru-baru ini.

Hal yang menarik dari penemuan ini bukan hanya adanya bintang terdingin di jagat raya, tetapi juga adanya bintang-bintang yang letaknya relatif dekat dengan Tata Surya, hanya berjarak sekitar 9-40 tahun cahaya saja. 

Katai Y yang terdekat dengan Tata Surya adalah WISE 1541-2250 yang berjarak 9 tahun cahaya. Bintang ini menjadi bintang ketujuh terdekat dengan Tata Surya. Bintang yang terdekat dengan Tata Surya sendiri adalah Prima Centauri, hanya berjarak 4 tahun cahaya.

Michael Cushing dari Jet Propulsion Laboratory NASA, penulis utama paper katai Y di Astrophysical Journal mengatakan, "Menemukan katai Y di dekat Matahari kita seperti menemukan rumah tersembunyi di blok tempat Anda tinggal."

Cushing menambahkan, dengan WISE, astronom bisa menemukan lebih banyak lagi katai Y. Nantinya, mungkin bisa ditemukan katai Y yang letaknya jauh lebih dekat dari bintang terdekat dengan Tata Surya.

Untuk menemukan katai Y, astronom selain menggunakan WISE juga memakai Spitzer Space Telescope yang menyeleksi lagi kandidat katai Y yang ditemukan. 

Astronom juga menggunakan Hubble Space Telescope. Katai Y diidentifikasi berdasarkan karakteristik spektralnya, menunjukkan bahwa temperaturnya lebih rendah dari katai coklat lain.
Lanjutkan Membaca »

Minggu, 08 Mei 2011

Meteorit Hoba, Meteorit Terbesar yang Pernah Ditemukan di Bumi Hingga Saat Ini

Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.

Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.



Meteorit Hoba diperkirakan telah mendarat kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Anehnya, meteorit ini tidak meninggalkan kawah.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.

Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton. Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.

Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988. 

Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun. 





















Kondisi Hoba Sebelum Restorasi



Sekelompok ahli geologi Jerman di Hoba, kembali pada tahun 1929





Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955





1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960

Lanjutkan Membaca »

Sabtu, 22 Januari 2011

Terraforming Mars : Gagasan Merubah Mars Menjadi Bumi Baru

Ketika bumi semakin tidak bersahabat bagi kelangsungan hidup umat manusia, maka kita harus melakukan eksodus, mencari tempat lain yang lebih layak untuk ditinggali. Mungkin ini yang akan di lakukan oleh manusia bumi di masa depan. Namun, kemanakah tujuan kita?
Langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal baru bagi manusia selain di bumi ialah dengan cara mencari planet yang dapat dihuni itu sendiri. Masalahnya, perkara mencari planet yang dapat dihuni di luar sana tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/78/TerraformedMars.jpg/300px-TerraformedMars.jpg
Terraformed Mars


Planet Mars dan Europa (bulan Jupiter) merupakan obyek di tata surya kita yang diklaim bersahabat bagi kehidupan manusia karena diyakini memiliki sumber kehidupan, yaitu air.
Tetapi kehidupan kompleks manusia tidak hanya bergantung sepenuhnya pada air, bukan? Bentuk topografi, atmosfer, temperatur dan komposisi udara merupakan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk dapat menopang kehidupan, suatu planet harus memiliki berbagai kemiripan dengan bumi. Dan di tata surya kita, selain bumi belum ada yang benar-benar dapat kita tinggali.
Mencari planet di luar tata surya (exoplanet) merupakan usaha yang ditempuh oleh para astronom. Mencari planet layak huni di luar tata surya tentunya lebih menyulitkan lagi. Ada beberapa cara untuk mencari planet yang beredar pada bintang induknya di sistem tata surya lain.
Teknik pencarian exoplanet seperti Spektroskopi Doppler, Astrometri, maupun fotometri adalah beberapa metode yang digunakan. Bahkan badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini telah meluncurkan wahana Kepler untuk membantu mencari jejak-jejak exoplanet di luar sana.
Sejauh ini, dari jajaran exoplanet yang berhasil ditemukan, hanya Gliese 581 d lah planet yang benar-benar menjanjikan. Gliese 581 d atau yang kerap dijuluki sebagai Super Earth merupakan exoplanet sejauh 20 tahun cahaya di rasi bintang Libra. Ia memiliki massa tujuh kali dari bumi dan mengorbit di zona layak huni pada suatu bintang katai merah yang massanya hanya sepertiga Matahari.
Mencari planet layak huni bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapat tempat tinggal baru bagi anak cucu kita di masa depan. Salah satu gagasan yang terdengar cukup hebat ialah dengan membuat planet yang dapat dihuni. Ya, kita membuat sendiri planet seperti bumi yang layak ditinggali.

Bagaimana caranya? yaitu dengan Terraforming.

Terraform (berarti “membentuk Bumi”) adalah proses bersifat hipotesis yang mengubah atmosfir, temperatur, topografi permukaan atau ekologi menjadi mirip dengan Bumi sehingga dapat dihuni oleh manusia.
Dengan melakukan terraform pada suatu planet yang dituju, maka akan merubah kondisi planet tersebut sehingga dapat menopang kehidupan manusia. Mars, planet tetangga kita ialah salah satu kandidat terbaik untuk melakukan ini semua.


Konsepsi mengenai proses terraform Mars dalam 4 tahap pembangunan.

Mars adalah planet di tata surya kita yang cukup bersahabat bagi kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bukti bahwa pada masa mudanya Mars bersuhu hangat dan memiliki air yang melimpah.
Kemungkinan CO2 yang digunakan untuk menghangatkan planet tersebut di masa silam masih tersimpan di sana. Begitu pula dengan air, mungkin masih tersimpan di tanah beku maupun tudung kutubnya.

Atmosfer Mars dapat diciptakan dengan melepas CO2 yang membeku di tanah dan tudung es kutub. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memuntahkan gas rumah kaca yang kuat.
Mungkin bagunan-bangunan khusus akan dibangun untuk memuntahkan gas rumah kaca tersebut. Sementara cermin-cermin raksasa yang disebar di sana akan memfokuskan sinar matahari ke es agar air mencair.
Ketika CO2 terlepas, kehangatan Mars akan meningkat dan mendorong tekanan ke atmosfer sehingga air pun mengalir. Kemudian dengan menebarkan benih-benih tumbuhan perintis seperti alga dan lumut kerak, serta menebar mikroba dapat menciptakan tanah organik dan menambah sedikit oksigen ke atmosfer.
Dengan demikian rencana penghijauan dengan menanam bibit untuk menciptakan hutan beriklim maupun hutan boreal dapat segera dilakukan.
Ketika tumbuh-tumbuhan mulai menghiasi Mars, kebutuhan energi untuk pemukiman segera dibangun. Tenaga nuklir mungkin sebagai pilihannya. Karena sedikitnya oksigen, penduduk Mars mungkin akan tetap beraktifitas dengan alat bantu pernafasan nantinya.

Mungkin seperti inilah gambaran manusia Mars di masa depan.
Namun itu semua bukanlah pekerjaan instan, perlu waktu beratus-ratus tahun untuk menyulap kondisi Mars menjadi seperti Bumi dan tentu saja, biaya yang besar. Walaupun terraforming ini masih sekedar gagasan yang bersifat hipotesis, nampaknya cukup ditunggu untuk benar-benar direalisasikan ya.
Lanjutkan Membaca »

Senin, 17 Januari 2011

Mengupas Konspirasi Planet MARS

Penyelidikan yang dilakukan para peneliti muda yang tergabung dalam Jet Propulsion Laboratory (JPL) menunjukkan beberapa indikasi bahwa NASA DENGAN SENGAJA

Seharusnya: mengubah warna citra image yang dipublikasikan. Foto yang tadinya terlihat seperti lingkungan planet Bumi (!) diubah menjadi planet merah yang ganas dan berdebu.


NASA membuatnya jadi gini?



Dari konferensi pers tersebut, para peneliti JPL memperlihatkan gambar bahwa lingkungan planet Mars adalah padang pasir berwarna salmon dengan langit biru! Untuk apa NASA mengubahnya menjadi warna merah menyala?

Kemudian menurut JPL, kenapa NASA dengan sengaja memblur(kabur)-kan foto yang tadinya tajam dan jelas demi alasan ilmiah?

�

Seharusnya:

�


Berikutnya JPL menambahkan dalam konferensi pers-nya bahwa: �di permukaan tanah, temperatur berkisar antara 5 derajat Celcius hingga -15 derajat Celcius (bisa ditinggali manusia?)�. Namun site NASA berbeda, mereka menyebutnya -70 derajat Celcius hingga -5 derajat Celcius. Siapa yang benar?

Apakah motif NASA melakukan itu ada hubungannya dengan cuplikan foto permukaan Mars yang ini (difoto dari atas)?


Foto tersebut diperoleh di Planet Mars dari ketinggian Spacecraft Altitude 408.92 km: Latitude 37.22�, Longitude 27.80�, Resolution * 4.47 meters/pixel, Phase Angle 42.97�, Incidence Angle 42.87�

Emission Angle 0.17�, North Azimuth 93.70�, Slant Range (km) 408.92.

Terlalu sempurna untuk melihatnya sebagai kebetulan alam biasa, atau bekas tabrakan meteor.

Lihat bentuk �bola�-nya, jika lubang tersebut terbentuk akibat benturan meteorit, masa bisa bulet banget dan menonjol keluar? Kelihatan seperti sebuah �bangunan� atau sengaja dibuat seperti itu oleh sebuah �mahluk�? Yang jelas bukan manusia yang buat itu di Mars, kan?

Apakah NASA menyembunyikan sesuatu dari kita�?


Bisa jadi penjelajahan ke Mars adalah HOAX atau bisa jadi Nasa menyembunyikan fakta bahwa Mars adalah salah satu planet yg dapat ditinggali oleh manusia di kemudian hari.

Dari foto2 yg diambil nasa sebelumnya banyak sekali bukti2 yg diungkap oleh beberapa ahli bahwa foto2 diambil dr planet Mars memiliki petunjuk kehidupan baik adanya tumbuhan (walau bentuk berbeda dg di bumi) hingga bahkan adanya peradaban di sana!









Tanaman Raksasa




Hutan dan danau





Air yg melimpah








�


aliran air







��
Bekas2 Peradaban atau peradaban yg masih hidup





























�


benda2 aneh di langit Mars











tengkorak manusia dg gundukan disampingnya ?? (spt kuburan)













Tengkorak2 binatang??






Mungkin bangsa Maya yg menghilang tanpa jejak ribuan th yg lalu pergi ke planet ini?? Kita tahu bangsa maya dimungkinkan memiliki teknologi yg sangat tinggi ttg astronomi yg mungkin melebihi teknologi manusia saat ini.

Dengan teknologi yg dimiliki, hampir pasti mereka mengetahui adanya 1 planet yg berotasi memotong rotasi planet2 lainnya dg berbentuk elips yg kita baru planet ini di th 1980 di sebut �Planet X�.




Banyaknya bencana besar yg ditimbulkan akibat gravitasi planet X ini ketika berpapasan dg Bumi mungkin membuat mereka berfikir utk meninggalkan bumi utk mencari tempat yg aman spt ke planet lain (Mars). Ini dapat diketahui dg bagaimana cara mereka membuat sistem penanggalan yg memiliki pembagian �penanggalan jauh� yg membagi hari menjadi beberapa periode.

Dan menurut beberapa peneliti akhir periode penanggalan yg digunakan bangasa Maya bertepatan dg periode rotasi �planet X� ini, dan setiap periode planet X ini berpapasan dg Bumi tercatat bencana2 besar telah terjadi di Bumi.. hingga terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula;

  • Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
  • terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
  • munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
  • runtuhnya Harrapan di India,
  • runtuhnya peradaban Minoan,
  • munculnya tiba2 peradaban Olmec,
  • runtuhnya dinasti Xia di Cina

.. semua terjadi bersamaan pada 1650 SM.

Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:

  • Sekitar 3150 SM - terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
  • Sekitar 5310 SM - Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
  • Sekitar 8900 SM - Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
  • Sekitar 12.600 SM - Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan

Diperkirakan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012 tepat penanggalan Tzolkin berakhir yaitu 21 desember 2012. Planet ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada tahun 2010. Beberapa ilmuwan meyakini pemanasaan global saat ini bukan lah diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tapi akibat mendekatnya planet ini ke Bumi saat ini.

Jika Anda tahu bahwa Amerika mengerjakan proyek �hitam� yg menghabiskan ratusan milyar untuk membangun sistem perjalanan ruang angkasa.. proyek rahasia ini berhasil diungkap ke publik oleh oleh komisi �the disclosure project�. Dan menutup2i bahwa Mars dapat dihuni oleh manusia saya yakin berkaitan dg kedatangan �Planet X� ini.
Lanjutkan Membaca »